Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Praktik dan Pembelajaran Fotografi
DOI:
https://doi.org/10.24821/06xded07Keywords:
AI, etika, fotografi, pendidikan seniAbstract
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) generatif telah mendisrupsi berbagai bidang, termasuk penciptaan citra visual, memunculkan pertanyaan fundamental tentang keaslian dan kepengarangan dalam fotografi. Institusi pendidikan tinggi seni, khususnya program studi fotografi, kini menghadapi tantangan signifikan dalam merumuskan kembali pedagogi dan kerangka etika yang relevan di era pasca-fotografi ini. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap dosen dan mahasiswa di Program Studi Fotografi, FSMR ISI Yogyakarta, untuk mengeksplorasi persepsi, kekhawatiran, dan harapan mereka terkait integrasi AI. Temuan kunci menunjukkan adanya ambivalensi sikap, di mana AI dipandang sebagai alat efisiensi sekaligus ancaman terhadap orisinalitas dan keahlian artistik. Mahasiswa mengungkapkan kecemasan akan masa depan profesi dan hilangnya penguasaan medium, sementara komunitas akademik mendesak adanya panduan etis formal dari institusi untuk menjembatani kesenjangan kurikulum yang ada. Penelitian ini menyimpulkan urgensi pengembangan kerangka etika yang kokoh dan intervensi kurikulum terstruktur guna membekali mahasiswa dengan kesadaran kritis dan tanggung jawab moral dalam menghadapi disrupsi teknologi AI.