Dari Nyai ke Istri Gratis: Warisan Budaya Visual Kolonial dan Politik Representasi Perempuan dalam Karya Foto Iklan Agen Properti
DOI:
https://doi.org/10.24821/gshh7v65Keywords:
Iklan, Kolonial, Perempuan, VisualAbstract
Beberapa waktu belakangan ini bermunculan fenomena iklan “Beli Rumah Gratis Istri” dengan medium foto iklan di poster dan media sosial tentunya hal ini merefleksikan bagaimana warisan patriarki kolonial masih hidup dalam praktik visual dan ekonomi digital masa kini dimana perempuan menjadi simbol kepemilikan properti dan berbagai aset. Representasi perempuan dalam iklan tersebut tidak hanya memperlihatkan tubuh sebagai objek ekonomi, tetapi juga menegaskan relasi kuasa patriarkis yang mengakar sejak masa kolonial, ketika perempuan diposisikan sebagai subjek rentan, simbol kepemilikan, eksotisme, dan pelengkap status sosial laki-laki yang ditayangkan melalui medium visual. Dengan menggunakan perspektif representasi, dan kolonialitas visual, menelusuri bagaimana media modern mereproduksi cara pandang kolonial dalam kemasan kapitalisme digital. Analisis terhadap budaya visual, menunjukkan bahwa tubuh perempuan terus menjadi arena pertempuran makna antara kuasa ekonomi, budaya, dan moralitas. Kajian ini menegaskan urgensi etika visual dan literasi media berbasis gender di Indonesia agar media tidak sekedar menjadi ruang periklanan, tetapi juga sarana refleksi kritikal terhadap warisan kolonial dalam budaya visual kontemporer.