Transformasi Digital Alat Musik Tradisional Yogyakarta Berbasis Teknologi Interaktif
DOI:
https://doi.org/10.24821/1mc4cr72Keywords:
digitalisasi, alat musik tradisional, teknologi interaktif, edukasi budaya, pelestarianAbstract
Perkembangan zaman dan modernisasi telah menyebabkan penurunan minat generasi muda dalam mempelajari dan melestarikan alat musik tradisional akibat kuatnya penetrasi teknologi digital dan budaya populer. Penelitian ini bertujuan mengembangkan transformasi digital alat musik tradisional Yogyakarta sebagai sarana edukasi dan pelestarian kearifan lokal melalui penerapan teknologi interaktif. Proses digitalisasi dilakukan melalui pemetaan bentuk fisik instrumen, perekaman suara beresolusi tinggi, dan perancangan antarmuka interaktif berbasis sensor dan multimedia. Metode penelitian menggabungkan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D), observasi lapangan, dokumentasi, serta uji coba terbatas pada pengguna. Sedangkan metode yang digunakan dalam pembuatan prototipe adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang memiliki 6 tahapan yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing dan distribution.Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital mampu menghasilkan media pembelajaran yang lebih menarik, adaptif, dan mudah diakses oleh generasi muda. Pengguna menunjukkan peningkatan motivasi belajar, pemahaman fungsi instrumen, serta ketertarikan untuk mengeksplorasi musik tradisi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa teknologi interaktif efektif sebagai strategi pelestarian budaya, sekaligus membuka potensi pengembangan platform edukasi digital berbasis kearifan lokal.