Dari Samurai ke Servant: Pergeseran Identitas Sejarah Jepang dalam Estetika Game Fate/Grand Order
DOI:
https://doi.org/10.24821/y2mqhx48Keywords:
Fate/Grand Order, budaya populer Jepang, estetika digitalAbstract
Studi ini membahas bagaimana tokoh-tokoh sejarah Jepang direpresentasikan ulang dalam bentuk karakter Servant pada game Fate/Grand Order (FGO) serta bagaimana proses tersebut mencerminkan pergeseran identitas sejarah dalam konteks budaya populer kontemporer. Melalui pendekatan kajian budaya dan analisis semiotika visual, penelitian ini menganalisis cara estetika digital dan naratif dalam FGO mengkonstruksi ulang figur samurai dan tokoh mitologis Jepang menjadi ikon hiburan yang hibrid antara tradisi dan modernitas. Tokoh seperti Oda Nobunaga dan Okita Sōji ditampilkan bukan lagi sebagai simbol heroisme historis, melainkan sebagai figur yang estetis, karismatik dan komersial. Representasi ini menunjukkan transformasi nilai-nilai historis menjadi bentuk konsumsi budaya baru yang menegosiasikan identitas nasional melalui media global. Hasil penelitian mengungkap bahwa Fate/Grand Order tidak hanya menghadirkan ulang sejarah Jepang secara estetis, tetapi juga menegaskan dinamika antara mitologi, memori kolektif dan pasar digital dalam membentuk citra baru Jepang di era budaya gacha.