Representasi Kognisi dalam Medium Animasi Eksperiensial: Pendekatan Visual terhadap Perspektif Autistik dalam Serial Live-Action

Authors

  • Nissa Fijriani Institut Seni Indonesia Yogyakarta Author
  • Nuria Indah Kurnia Dewi Institut Seni Indonesia Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.24821/m60qj282

Keywords:

animasi, animasi eksperiensial, autistik, representasi visual

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana animasi digunakan dalam medium live-action untuk merepresentasikan proses kognitif dan emosional tokoh autistik melalui pendekatan animasi eksperiensial. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui pengamatan dan analisis visual terhadap adegan-adegan yang menampilkan integrasi animasi, penelitian ini menemukan bahwa animasi berfungsi sebagai perangkat representasional yang mampu mengungkap dinamika internal tokoh yang tidak dapat divisualkan melalui sinematografi live-action. Hasil analisis menunjukkan empat fungsi utama animasi: (1) menandai proses visual thinking melalui pola asosiasi dan pemetaan mental; (2) memvisualkan memori dan hubungan informasi melalui metafora visual; (3) merepresentasikan proses analisis profesional secara diagramatik untuk menegaskan pola berpikir sistematis; dan (4) mengekspresikan kondisi emosional melalui kemunculan special interest, perubahan color tone, serta ritme visual yang menandai intensitas afektif. Temuan ini menegaskan bahwa animasi tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis tambahan, tetapi merupakan medium penting dalam menghadirkan perspektif autistik secara empatik dan intuitif. Penelitian ini membuka peluang untuk kajian lanjutan mengenai penggunaan animasi dalam representasi neurodivergensi pada media lain serta penerimaan visualisasi tersebut oleh komunitas autistik.

Downloads

Published

30-12-2025

Conference Proceedings Volume

Section

Articles

How to Cite

Representasi Kognisi dalam Medium Animasi Eksperiensial: Pendekatan Visual terhadap Perspektif Autistik dalam Serial Live-Action. (2025). Prosiding Seminar Seni Media Rekam, 3(1), 203-212. https://doi.org/10.24821/m60qj282