Estetika Hibrid dalam Desain Fashion Digital: Integrasi Pemodelan 3D dan Fotografi Sinematik
DOI:
https://doi.org/10.24821/cf3wr982Keywords:
Fashion Digital, Estetika Hibrid, Pemodelan 3D, Simulasi Kain, Fotografi SinematikAbstract
Transformasi digital telah mendorong terciptanya estetika baru dalam desain fashion, di mana integrasi antara pemodelan 3D dan prinsip sinematografi membentuk bahasa visual yang hibrid. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas pipeline kreatif yang mengintegrasikan digital pattern drafting (Seamly2D), simulasi kain 3D (Blender), dan rendering sinematik (Cycles) dalam meningkatkan realisme visual dan kualitas estetika desain busana digital. Metode yang digunakan adalah practice-based research dengan pendekatan eksperimental. Lima model busana dengan material berbeda (satin, kulit, linen, spandex, dan denim) dibuat dan dihasilkan (render) dengan dua kondisi: baseline (pencahayaan netral) dan perlakuan (pencahayaan sinematik tiga titik, DOF, color grading). Evaluasi melibatkan 20 responden yang menilai tingkat realisme pada skala Likert 1-5. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan skor realisme yang signifikan, dengan material satin dan metalik mencapai skor tertinggi (4.8 dan 4.9). Hasil kualitatif mengungkap bahwa pencahayaan sinematik berperan besar dalam menonjolkan tekstur, volume, dan kedalaman visual, menciptakan atmosfer dramatis yang mirip dengan fotografi fashion profesional. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi multidisiplin dalam pipeline hibrid ini tidak hanya meningkatkan persepsi realisme tetapi juga membuka kemungkinan ekspresi kreatif baru yang lebih kaya dan bernuansa dalam desain fashion digital, sekaligus menawarkan solusi workflow yang efisien dan terjangkau.