Dari Api ke Arsip: Transformasi Ritual Bakar Batu melalui Media Dokumenter Edukatif
DOI:
https://doi.org/10.24821/ngwhat81Keywords:
dokumentasi performatif, bakar batu, pendidikan budaya, hibriditas kreatif, Indonesia kayaAbstract
Penelitian ini berangkat dari pengalaman penulis sebagai sutradara pertunjukan Bakar Batu Performance yang digarap oleh Indonesia Art Movement Jayapura Papua dan didokumentasikan oleh Indonesia Kaya melalui program Kado untuk Sanggar dalam rangka satu dekade Galeri Indonesia Kaya 2023. Pertunjukan ini mengadaptasi ritual Bakar Batu masyarakat pegunungan Papua menjadi karya seni partisipatif yang melibatkan masyarakat dan penonton secara langsung. Tokoh kepala suku dalam pertunjukan berperan sebagai pemandu naratif yang menjelaskan setiap tahapan prosesi—mulai dari seruan untuk mengundang warga, pengumpulan bahan, penyiapan lubang tanah, proses memasak menggunakan batu panas, hingga tahap makan bersama—seraya mengajak penonton berinteraksi dalam setiap adegan. Dokumentasi audio visual yang dihasilkan oleh Indonesia Kaya tidak hanya berfungsi sebagai arsip kegiatan, tetapi juga sebagai bentuk artikulasi pengetahuan budaya yang hidup dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan practice-based research dengan landasan teori hibriditas kreatif (Bhabha) dan visual ethnography (Pink) untuk menafsirkan hubungan antara tradisi, seni pertunjukan, dan media rekam. Hasil analisis menunjukkan bahwa dokumentasi Bakar Batu Performance menghadirkan bentuk arsip performatif yang memadukan ritual, tindakan tubuh, dan teknologi audio visual sebagai ruang belajar kolektif. Dokumenter ini memperluas fungsi pelestarian budaya, bukan hanya dengan merekam tradisi, tetapi dengan menghidupkan kembali nilai-nilai sosial dan spiritual melalui medium seni dan kolaborasi. Dengan demikian, dokumentasi pertunjukan ini menjadi contoh konkret praktik pendidikan budaya yang dekolonial, multisensorik, dan kontekstual di Tanah Papua.