Strategi Digital Marketing Berbasis Seni Media Rekam pada Pemasaran Coding School for Kids di Semarang
DOI:
https://doi.org/10.24821/h9d6wt09Keywords:
hibriditas kreatif, digital marketing, manajemen pemasaran, coding school, media rekamAbstract
Permintaan akan jasa pendidikan non-formal seperti coding school for kids meningkat pesat, menciptakan pasar yang kompetitif. Namun, masih terdapat kesenjangan terkait model manajemen pemasaran yang efektif berbasis kolaborasi multidisiplin dan integrasi seni media rekam. Latar belakang masalah utama adalah kegagalan strategi pemasaran konvensional dalam mengkomunikasikan nilai layanan yang abstrak (jasa koding) secara efektif kepada dua audiens berbeda yaitu orang tua (pembeli) dan anak-anak (pengguna). Solusi yang diajukan adalah penerapan "hibriditas kreatif" melalui integrasi seni media rekam (seperti videografi sinematik, storytelling, dan animasi interaktif) ke dalam strategi digital marketing. Penelitian ini menggabungkan teori 7P marketing mix, digital literacy, dan hybrid creative advertising. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus berupa survei dan wawancara pada stakeholder di Semarang. Hasil kajian pustaka dan data empiris menunjukkan bahwa kolaborasi seni media rekam, visual storytelling, dan kampanye digital terbukti meningkatkan engagement, trust, dan daya tarik pemasaran jasa edukasi. Kebaruan riset ini terletak pada formulasi model manajemen pemasaran digital yang mengintegrasikan kreativitas multidisiplin dan teknologi, relevan untuk meningkatkan literasi digital pada generasi muda Indonesia. Implikasi riset ini mendorong institusi pendidikan dan pelaku industri kreatif untuk lebih adaptif serta kolaboratif dalam mendesain strategi pemasaran berbasis inovasi media rekam. Disimpulkan bahwa model manajemen pemasaran hybrid yang kreatif dan adaptif menjadi solusi inovatif bagi pengembangan dan keberlanjutan jasa coding school di era digital.