Dekonstruksi Isoterisme Keris: Sintesis Metalurgi, Fisika, dan Desain Karakter, dalam Concept Art Seri Animasi "Sarpageni"
DOI:
https://doi.org/10.24821/m7556p74Keywords:
Sarpageni, Isoterisme Keris, AnimasiAbstract
Industri animasi kontemporer semakin gencar mengeksplorasi warisan budaya, namun menghadapi tantangan dalam menerjemahkan filosofi yang kompleks ke dalam bahasa visual yang relevan bagi audiens Gen-Z. Penelitian ini akan menerjemahkan filosofi Isoterisme keris Nusantara ke dalam bentuk aset keris dalam film animasi seri “Sarpageni. Penelitian penciptaan karya (practice-based research) ini mengkaji proses dekonstruksi dan visualisasi isoterisme keris dalam pengembangan concept art untuk film animasi seri "Sarpageni". Rumusan masalah utama adalah bagaimana filosofi metalurgi keris, khususnya dhapur Pudhak Sategal dan Urubing Dilah, dapat diterjemahkan secara visual ke dalam desain karakter Langit dan Awan serta senjata pusaka Sarpageni. Metodologi penelitian menggunakan empat tahap: Identifikasi, Analisis, Sintesis, dan Evaluasi (IASE). Tahap analisis mengkaji literatur fundamental mengenai isoterisme keris, teori desain karakter, dan referensi visual modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "energi mistis" keris dapat divisualisasikan secara efektif dengan mendekonstruksinya sebagai fenomena semi-ilmiah, di mana proses metalurgi dan properti material (yang berakar pada fisika) menjadi landasan visual untuk shader, efek partikel, dan volumetric lighting. Sintesis ini menghasilkan desain karakter android yang secara naratif dan visual merepresentasikan dualitas filosofi keris (membakar dan menerangi). Kesimpulannya, penelitian ini menghasilkan sebuah alur kerja concept art yang fungsional, membuktikan bahwa isoterisme keris dapat dikemas ulang melalui bahasa visual science-fantasy yang komunikatif bagi Gen-Z tanpa meninggalkan makna filosofisnya.