Video Pembelajaran Bergaya Sinema: Strategi Kreatif dalam Mengintegrasikan Estetika Film untuk Meningkatkan Pemahaman Materi
DOI:
https://doi.org/10.24821/r6cne207Keywords:
video pembelajaran, bergaya sinema, hibriditas kreatifAbstract
Program hibah Produksi Video Pelatihan Mandiri dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2024 memberi peluang bagi Akademi Film Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam pengembangan konten pembelajaran di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Dalam konteks tersebut, muncul pertanyaan bagaimana penerapan gaya sinema dapat menjadi strategi kreatif dalam meningkatkan efektivitas dan daya tarik video pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara bersama tim kreatif dan pengguna (guru serta kepala sekolah), dokumentasi hasil video PMM, dan observasi selama proses produksi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis proses kreatif produksi video bergaya sinematik, yang mencakup aspek narasi, pengadeganan, dialog, sinematografi, grafis, dan penyuntingan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gaya sinema memberikan dampak positif terhadap keterlibatan emosional penonton dan membantu memperjelas konteks materi pembelajaran melalui representasi dramatik yang lebih hidup. Penggunaan gaya sinema terbukti mampu menjembatani aspek estetika media rekam dengan fungsi edukatif, sehingga video pembelajaran tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif. Kesimpulannya, integrasi estetika film dalam media pendidikan dapat menjadi model hibriditas kreatif yang efektif untuk memperkuat pemahaman dan pengalaman belajar, sekaligus memperluas kolaborasi multidisiplin antara dunia film dan pendidikan.