Neurosains Naratif dalam Struktur Dramatik Video Pendek UNTUKTEMAN.ID
DOI:
https://doi.org/10.24821/ad8y0443Keywords:
neurosains naratif, struktur dramatik, short-form videoAbstract
Perkembangan short-form video di media sosial telah mengubah cara publik mengalami narasi dan mengekspresikan empati melalui tindakan nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur naratif video pendek yang dipublikasikan oleh platform UntukTeman.id dengan menggunakan pendekatan neurosains naratif, guna memahami bagaimana pola classic dramatic arc—yang meliputi tahapan ketegangan (tension), klimaks, dan resolusi—mempengaruhi keterlibatan emosional serta mendorong perilaku prososial seperti donasi. Mengacu pada teori Neuroscience of Narrative oleh Paul J. Zak (2015), penelitian ini menelaah bagaimana unsur dramatik mampu memicu pelepasan hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang menjaga perhatian dan oksitosin yang meningkatkan kepercayaan serta empati. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif terhadap sejumlah video pendek bertema kemanusiaan yang memperoleh tingkat interaksi dan donasi tinggi di kanal UntukTeman.id. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi penerapan elemen dramatic arc serta korelasinya dengan aktivasi empatik audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video dengan pembangunan ketegangan naratif yang jelas, puncak emosional yang kuat, serta resolusi bermakna cenderung menghasilkan emosional yang lebih tinggi dan memicu aksi sosial nyata. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa struktur dramatik klasik tidak hanya membangkitkan empati secara biologis, tetapi juga menggerakkan partisipasi sosial dalam ruang digital.