Kajian Estetika Video Art Krisna Murti “12 Hours in The Life of Agung Rai, The Dancer” (1993)
DOI:
https://doi.org/10.24821/rpwv9970Keywords:
video art, instalasi multi-kanal, Krisna MurtiAbstract
Kajian ini membahas karya video art Krisna Murti “12 Hours in the Life of Agung Rai, the Dancer” (1993) sebagai studi kasus untuk memahami estetika seni kontemporer yang berporos pada waktu, ruang, dan teknologi. Rumusan masalah: (1) bagaimana arsitektur waktu–ruang dibangun melalui strategi multi-kanal dan penataan instalasi; (2) bagaimana site-responsiveness, termasuk pemilihan material organik lokal dapat mengarahkan pergeseran makna tanpa mengubah struktur konseptual; dan (3) bagaimana rekreasi serta migrasi media mempengaruhi otentisitas, konservasi, dan pengalaman penonton. Metodologi menggunakan studi kasus kualitatif berbasis analisis dokumen kuratorial dan pembacaan praktik artistik. Karya menggabungkan kanal video (format 4:3, suara stereo), deret foto cetak, serta material organik (sekam padi/daun kering) ke dalam instalasi site-responsive; pengalaman penonton dibentuk oleh durasi panjang, loop, dan navigasi tubuh di ruang pamer, seraya menegosiasikan tradisi melalui perangkat pencitraan sehingga menggeser fokus dari representasi ritual ke kemanusiaan sehari-hari. Temuan menegaskan lima poros: hibriditas medium-material; temporalitas sebagai materi estetik; relasi ruang–tubuh penonton; kepekaan lokasi; dan kesadaran media yang menuntut protokol presentasi serta strategi konservasi dalam migrasi analog-digital. Karya ini memperluas wacana seni kontemporer Asia Tenggara dari objek ke pengalaman dan menawarkan parameter kuratorial yang pedagogis untuk membaca, mempresentasikan, dan merawat video instalasi berbasis waktu.