Analisis Dokumenter Imersif Pemanfaatan Teknologi VR pada Mona Lisa “Beyond The Glass” sebagai Inovasi Media Rekam
DOI:
https://doi.org/10.24821/kn3xp849Keywords:
Virtual Reality, Dokumenter Kontemporer, Inovasi Digital, Pengalaman Imersi, Film DokumenterAbstract
Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi signifikan dalam produksi dan pengalaman menonton film dokumenter. Di era media baru, dokumenter tidak lagi sekedar menyampaikan informasi atau merekam realitas, tetapi mampu menghadirkan pengalaman imersif yang menempatkan penonton seolah hadir langsung dalam ruang dan waktu yang dibangun oleh sutradara. Teknologi Virtual Reality (VR) menjadi salah satu medium yang memungkinkan perluasan bentuk dokumenter melalui simulasi ruang tiga dimensi, interaktivitas, dan pengalaman sensorik yang melampaui format layar dua dimensi.
Penelitian ini mengkaji pemanfaatan VR dalam dokumenter melalui studi kasus Mona Lisa: Beyond the Glass, sebuah proyek dokumenter‐immersif yang diproduksi Musée du Louvre bekerja sama dengan HTC Vive Arts. Karya ini menghadirkan rekonstruksi digital yang memungkinkan penonton mengeksplorasi lukisan Mona Lisa secara lebih dekat, termasuk detail artistik, konteks historis, dan ruang imersif yang tidak dapat dicapai melalui pengalaman museum konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana teknologi VR membentuk ulang fungsi dokumenter sebagai medium pengetahuan, bagaimana narasi dan representasi dibangun dalam ruang virtual, serta bagaimana pengalaman pengguna (user experience) berkontribusi terhadap pemaknaan ulang dokumenter sebagai media rekam yang hibrid. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan media studies, mencakup analisis struktur naratif, pengalaman imersif, serta integrasi multidisiplin antara seni rupa, teknologi digital, dan praktik dokumenter. Hasil kajian menunjukkan bahwa VR membuka kemungkinan baru bagi dokumenter untuk berfungsi sebagai ruang eksplorasi pengetahuan dan pengalaman, bukan hanya penyajian informasi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pemanfaatan media baru seperti VR mendorong terciptanya bentuk dokumenter hibrid yang lebih partisipatif, multisensori, dan inovatif, sehingga relevan dengan arah perkembangan dokumenter kontemporer yang mengintegrasikan seni media rekam dengan teknologi imersif.